Latest Post

Showing posts with label Liga Spanyol. Show all posts
Showing posts with label Liga Spanyol. Show all posts

"Terima Kasih untuk Kerja dan Cinta Pep"

Written By Unknown on Sunday, April 29, 2012 | Sunday, April 29, 2012

Presiden Barcelona, Sandro Rosell, membuka keterangan pers di Camp Nou, Jumat (27/4/2012), dengan pengumuman bahwa Pep tak akan bersama tim berjuluk "Blaugrana" itu pada musim depan. Dalam kesempatan itu, Rosell mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kinerja Pep selama ini.

"Pep Guardiola tak akan melanjutkan perannya sebagai pelatih musim depan. Terima kasih untuk pekerjaan dan cintamu," ungkap Rosell dalam keterangan pers bersama Pep di Camp Nou, Jumat

Pep akhirnya memutuskan untuk meninggalkan klub pada akhir musim ini setelah bekerja keras bersama Carles Puyol dan kawan-kawan dalam empat tahun terakhir. Keputusan ini didahului oleh kegagalan Barca melaju ke babak final Liga Champions dan semakin tipisnya peluang tim untuk meraih gelar La Liga musim ini.


Dalam keterangan pers tersebut, Pep didampingi oleh Presiden Barcelona, Sandro Rosell, dan Direktur Olahraga, Andoni Zubizarreta. Pengumumannya disiarkan secara langsung di Barca TV dan secara streaming melalui situs klub.

Setelah Barca, Banyak Pilihan untuk Guardiola

Written By Unknown on Saturday, April 28, 2012 | Saturday, April 28, 2012

Keputusan Josep Guardiola untuk mundur dari jabatan pelatih Barcelona di akhir musim ini menimbulkan satu teka-teki. Ke manakah Guardiola setelah hengkang dari Camp Nou?

Sejak memberikan gelar pertamanya sebagai pelatih Barca, posisi Guardiola justru tidak nyaman. Prestasinya yang gemilang justru menimbulkan ekspektasi dan tekanan besar dari klub sehingga setiap tahun selalu saja ada isu bahwa Guardiola dikabarkan akan pindah. Selama tiga tahun Guardiola selalu dihubung-hubungkan dengan klub maupun tim lain yang kemungkinan bakal menjadi tempat barunya. Isu itu tidak pernah berujung pada kebenaran selama tiga tahun hingga Guardiola mengemukakan rencana mundurnya dari "Blaugrana" pada Jumat (27/4/2012) petang WIB.

Setelah pernyataannya itu, kini Guardiola bagaikan layang-layang putus yang dikejar banyak orang. Banyak klub kaya raya yang ingin menggaet mantan gelandang itu dengan tawaran gaji fantastis. Sejumlah negara juga berkeinginan memboyongnya untuk dijadikan pelatih tim nasional. Berikut ini sejumlah tujuan yang mungkin bisa menjadi pilihan Guardiola di musim depan.

Inter Milan
Presiden Inter Milan Massimo Moratti sudah lama menginginkan Guardiola sebagai pelatih, terutama setelah Jose Mourinho meninggalkan Giuseppe Meazza dengan kenangan trofi Liga Champions 2010. Dengan kekayaannya, Moratti bisa menempuh segala upaya untuk membawa Guardiola ke Italia dan menggantikan pelatih sementara Inter, Andrea Stramaccioni. Liga Serie-A Italia bukanlah hal baru bagi Guardiola karena ia pernah bermain di Brescia.

AC Milan
Klub pesaing Inter Milan ini sebetulnya meraih prestasi cukup bagus di bawah kepelatihan Massimiliano Allegri. Namun, kegagalan Allegri menaklukkan Juventus musim ini bisa menjadi batu pengganjal baginya untuk melanjutkan jabatan tersebut. Lagi pula, pemilik klub Silvio Berlusconi termasuk senang dengan kontrak besar untuk menyaingi Inter.

Chelsea
Pemilik klub Inggris ini, Roman Abramovich, dikenal royal mengeluarkan uang untuk membayar mahal seorang pelatih. Jadi, kalau Abramovich mau, ia bisa saja menawarkan bayaran mahal untuk Guardiola. Walaupun "The Blues" sudah punya Roberto Di Matteo, pelatih sementara yang sukses membawa timnya ke final Liga Champions musim ini, Guardiola tetap menjadi alternatif yang tepat untuk dijadikan pelatih tetap di Stamford Bridge.

Manchester CityTak dapat dimungkiri, tim paling ambisius meraih gelar Liga Inggris ini pasti ingin mendapatkan yang terbaik. Saat ini City masih punya peluang meraih gelar juara liga bersama Pelatih Roberto Mancini. Akan tetapi, Mancini bisa terpental jika peluang itu gagal diraih.

Sebagaimana Chelsea, klub kaya raya milik konglomerat Timur Tengah ini juga tak mempermasalahkan bayaran mahal untuk siapa pun yang ingin menjadikan klub itu sebagai kampiun. Guardiola bisa menjadi pilihan segar bagi "The Citizens" untuk menghentikan dominasi Manchester United di Liga Inggris.

Manchester United
Gosip kepindahan Guardiola ke Manchester United lebih sering muncul dibanding klub-klub lain. Guardiola diyakini akan menjadi suksesor pelatih kawakan MU, Sir Alex Ferguson, yang sudah menangani klub tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Bagi MU, Guardiola merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan pembinaan pemain muda yang selama ini digarap dengan apik oleh Ferguson. Nama lain yang juga disebut-sebut bakal menggantikan Ferguson adalah Pelatih Real Madrid Jose Mourinho, yang sudah cukup sukses tatkala mengarsiteki Chelsea pada 2005-2007.

Inggris
Menjelang perhelatan penting Piala Eropa 2012, Inggris masih belum punya pelatih tetap sepeninggal Fabio Capello. Dengan persiapan yang mepet, siapa yang bisa mendongkrak prestasi timnas Inggris di ajang tersebut?

Pelatih sementara Stuart Pearce masih belum memperlihatkan kepiawaiannya bersama timnas Inggris. Kandidat kuat untuk pelatih Inggris, Harry Redknapp, masih bersikukuh berkonsentrasi untuk Tottenham Hotspur ketimbang berbagi tugas menangani "The Three Lions". Jadi, Guardiola mungkin bisa melakukannya meskipun ia kurang mengenal persepakbolaan Inggris.

Spanyol
Timnas Spanyol sudah sukses meraih gelar juara dunia bersama Pelatih Vicente Del Bosque. Gelar juara Eropa akan melengkapi prestasi Del Bosque sehingga ia akan lebih lega melepaskan jabatannya bersama "La Furia Roja" setelah Piala Eropa 2012 pada Juli nanti. Jika Del Bosque lengser, Guardiola merupakan salah satu sosok tepat bagi tim "Matador" untuk melanjutkan gaya tiki-taka mereka ke Piala Dunia 2014 di Brasil.

Al Ahli/Qatar
Guardiola dikabarkan pernah menjalin kontak dengan seorang pemain Al Ahli di Doha. Rumor ini membuka kemungkinan baginya untuk merapat ke Qatar, entah sebagai pelatih di Al Ahli atau timnas Qatar. Al Ahli yang banyak merekrut pemain-pemain besar Eropa mungkin akan menjadi batu loncatan sebelum melatih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.


Sumber : Reuters

Wenger Sesalkan Kepergian Guardiola

Pelatih Arsenal Arsene Wenger menyesalkan keputusan Josep "Pep" Guardiola untuk meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini. Ia menilai keputusan tersebut terlalu cepat.

Di mata Wenger, Pep merupakan salah satu sosok yang menggambarkan filosofi permainan Barcelona yang sebenarnya. Di tangan Pep, Barca berhasil meraih 13 gelar juara sejak ia melatih pada 2008. Pep telah menjadikan Barca tim terbaik di dunia dan mungkin sepanjang masa.

Sayangnya, semua itu berakhir pada masa yang kurang menguntungkan bagi "Blaugrana". Sejak dikalahkan Chelsea di Liga Champions dan Real Madrid pada el clasico penentuan di Liga Spanyol, Pep semakin kencang digoyang isu mundur dari jabatannya. Pep kemudian memutuskan untuk mundur pada akhir musim dan pengumuman itu disampaikannya di hadapan wartawan, Jumat (27/4/2012), atau tiga hari setelah timnya tersisih di semifinal Liga Champions.

Wenger sangat terkejut dengan keputusan koleganya itu. Ia menilai Guardiola masih layak bertahan di Camp Nou. Wenger menganggap keputusan itu terkesan terburu-buru karena seolah diambil di saat prestasi Barca sedang anjlok di dua kompetisi penting musim ini.

"Ini menjadi kejutan bagi saya karena ketika Anda mengambil keputusan setelah kekecewaan besar seperti yang dia alami dalam sepekan terakhir, mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk membuat keputusan ini. Filosofi Barcelona harus lebih besar daripada menang atau kalah dalam turnamen," kata Wenger.

Menurut Wenger, Guardiola dan Barcelona sudah tepat dalam menjalankan filosofi sepak bola menyerang nan cantik seperti mereka peragakan selama ini. Meski demikian, ia menghormati keputusan Guardiola untuk keluar dari tekanan, termasuk keputusan Pep untuk rehat sementara waktu setelah mundur dari Camp Nou.

Sumber : AFP

Emosional, Messi Tak Kuasa Hadapi Perpisahan Pep

Publik menunggu reaksi Lionel Messi ketika Pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola, mengumumkan pengunduran dirinya dari klub tersebut pada akhir musim nanti. Messi rupanya sengaja tak datang di acara itu karena ia tak kuasa menahan perasaan sedihnya.

Saat Guardiola menggelar jumpa pers, Jumat (27/4/2012), sejumlah pemain Barca tampak di antara hadirin, antara lain kapten Carles Puyol, Xavi Hernandes, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Victor Valdes. Wajah Messi sama sekali tak terlihat di antara kerumunan pengunjung. Ia sengaja tak datang karena acara itu teramat menyakitkan baginya.

"Aku ingin berterima kasih kepada Pep dengan sepenuh hati atas segala hal yang ia berikan dalam karier profesional dan pribadiku," tulis Messi dalam halaman Facebook-nya.

"Karena emosi yang kurasakan, aku memilih tidak hadir pada konferensi pers Pep dan menjauh dari pers karena aku tahu mereka akan mencari wajah-wajah terluka para pemain. Itu hal yang tidak ingin kuperlihatkan," ujarnya.

Perasaan galau itu juga dirasakan oleh para penggemar pemain terbaik dunia tersebut. Lebih dari 100.000 pembaca mengeklik tombol "Like" atas komentar pemain Argentina itu. Lebih dari 10.000 penggemarnya memberikan dukungan atas komentarnya.

Sama seperti Messi, Gerard Pique pun merasa kehilangan pelatih yang telah memberikan 13 gelar untuk "Blaugrana" sejak 2008. Ia termasuk salah satu pemain yang terkejut oleh keputusan itu karena pada Senin lalu ia mengatakan yakin bahwa Pep akan tetap di Camp Nou. Keesokan harinya, Barca tersingkir dari Liga Champions karena kalah agregat dari Chelsea di babak semifinal.

"Terima kasih banyak kepada Pep karena memberikan banyak hal untuk kami. Empat tahun penuh kemenangan, atas waktu yang indah, dan terutama pelajaran-pelajaran sepak bola," tulis Pique melalui akun Twitter-nya.

Hal yang sama dilakukan oleh gelandang Cesc Fabregas. "Meskipun aku hanya satu tahun bersamanya, rasanya seperti lebih. Bagiku, Pep adalah pahlawanku sejak kecil," katanya melalui Twitter.

Sebagai pengganti Guardiola, asistennya, Tito Vilanova, akan menangani Barca mulai musim depan.

Sumber : AFP
Banyak yang kaget ketika Barcelona menunjuk Tito Vilanova sebagai pengganti Pep Guardiola pada musim depan. Bahkan, Barca dinilai sedang berjudi, mengingat reputasi Vilanova belum teruji. Namun, ini dinilai perjudian yang bijak, mengingat Vilanova tahu betul gaya permainan Barcelona dan dekat dengan pemain, pun mantan pelatih tim yunior.

Namun, siapa yang mengira Guardiola akan menjadi pelatih sukses dan menghadirkan 13 gelar dalam empat musim? Pertimbangan itulah yang membuat Barcelona berani berjudi kepadanya. Apalagi, karakter Vilanova hampir sama dengan Guardiola dan dia memiliki potensi untuk menjadi pelatih besar.

Guardiola dan Vilanova memiliki banyak kesamaan dan mereka sangat akrab. Guardiola sering meminta pendapat mantan pelatih tim junior itu jika harus megubah strategi dalam pertandingan.

Kepribadian mereka nyaris serupa. Keduanya sama-sama berbicara dengan lembut, bekerja keras, dan sama-sama suka permainan mengalir dengan penguasaan bola yang kuat.

Vilanova yang berumur 42 tahun itu mungkin mendapat beban berat harus menggantikan Guardiola. Tetapi, dia dinilai bisa menanggungnya. Apalagi, dia punya hubungan dekat denan para pemain, terutama pemain hasil asuhan Barcelona. Sebab, sebagian besar adalah mantan anak didiknya di tim yunior.

Setelah kariernya sebagai pemain biasa-biasa saja dan pernah memperkuat Celta Vigo serta Elche, pada musim 2001-02 dia meniti karier pelatih. Dia menjadi pelatih tim yunior Barcelona di La Masia. Dia ikut melatih pemin-pemain muda berbakat, seperti Lionel Messi, Cesc Fabregas, dan Gerard Pique.

"Untuk Tito (Vilanova), saya berharap yang terbaik dalam kesempatan yang diberikan kepadanya sebagai pelatih," tulis Fabregas di akun Twitter.

"Kami semua tetap bersatu. Ketika aku masih kanak-kanak, aku melihatnya (Vilanova) bukan sekadar pribadi yang hebat, melainkan juga manajer yang luar biasa," puji Fabregas.

Vilanova mulai mendampingi Guardiola sejak di Barcelona B pada 2007 dan keduanya mengantarkan tim meraih promosi ke Divisi III. Begitu Guardiola ditunjuk sebagai Pelatih Barcelona senior, Vilanova juga mendampinginya.

Tentang keputusan manajemen Barcelona memilih Vilanova sebagai penggantinya, Guardiola menyebut hal itu keputusan yang bijaksana. "Dia (Vilanova) orang yang mampu dan sudah dikenal pemain. Saya sering berdiskusi dengannya. Dia akan memberikan banyak hal kepada klub dan pemain," puji Guardiola.

Tugas Vilanova di musim depan menambah beberapa pemain dan kemungkinan kehilangan beberapa pemain pula. Eric Abidal kemungkinan akan pindah atau berhenti bermain. Kapten Carles Puyol mungkin tak bisa selalu diturunkan lagi karena usia. Xavi Hernandez juga mulai tua. Namun, dia tak akan kesulitan mencari bakat baru karena mengenal betul akademi sepak bola Barcelona yang memiliki banyak bakat. (AP)

Messi, Top Skor Barcelona Sepanjang Masa

Written By Unknown on Saturday, March 24, 2012 | Saturday, March 24, 2012

Lionel Messi mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol tersubur Barcelona sepanjang masa setelah mencetak hattrick saat Barca menumbangkan Granda 5-3, Selasa, 20 Maret 2012. Pemain 24 tahun itu mematahkan rekor yang telah bertahan sejak 1955.

Seperti dilansir situs resmi Barcelona, rekor sebelumnya dipegang oleh pemain legendaris Cesar Rodriguez yang menorehkan 232 gol. Namun kini rekor tersebut berhasil dipatahkan Messi setelah hattricknya saat menghadapi Granada menambah pundi golnya menjadi 234.

234 gol tersebut dicetak Messi dari 314 laga yang ia lakoni bersama Barca selama delapan musim. Di awal karirnya pada 2004-2005, torehan striker timnas Argentina itu sebenarnya masih terbilang seret karena hanya mencetak satu gol.

Namun di musim-musim berikutnya Messi terus melaju tak terhentikan untuk mencetak gol.  Di tiga musim terakhir, Messi bahkan menggila dengan mencetak 154 gol. Usianya yang masih terbilang belia, 24 tahun membuat Messi berpeluang terus menambah pundi-pundi golnya.
• VIVAbola

Guardiola gushing over Messi magic

Written By Unknown on Thursday, March 8, 2012 | Thursday, March 08, 2012

Barcelona coach Pep Guardiola heaped praise on Lionel Messi after he netted five times in Wednesday's 7-1 thrashing of Bayer Leverkusen.

Champions League holders Barca coasted into the quarter-finals of the competition with a 10-2 aggregate victory over the hapless Bundesliga side, who were ripped to shreds in the round-of-16 second leg at Camp Nou.

Not for the first time, it was Argentina international Messi who stole the show, becoming the first player to score five times in a single Champions League match since the European format was introduced in 1992-93.
"Tonight we witnessed one of (Lionel) Messi's most special nights; watching it was like receiving a gift," Guardiola said.

"He deserves to be honoured right now because it's something really incredible that he is now just seven goals behind (Barcelona's all-time top scorer) Cesar (Rodriguez) - (and) he's only 24."

"It's not easy to score five goals in a single game and that's coming from someone who scored 11 in his entire career."

"If he wants to, he'll score six one day. I have to also say that (Andres) Iniesta played magnificently too."
Barca have not exited as early as the round-of-16 since going out on away goals following a 2-2 aggregate draw with Liverpool in 2007.

And with two of the last three European Cups going back to Catalonia, Barca are now on course to become the first club since AC Milan in 1990 to retain the trophy, a feat which no team has managed in the Champions League era. 

"We've reached the quarter-finals for the last five years now and that says something about the great stability here," Guardiola said.

"This really is the most beautiful competition. The team we were facing tonight eliminated Valencia and only a few days ago beat Bayern Munich, that speaks volumes of our achievement."

"We have to thank all of the players and the staff at the club."

Leverkusen coach Robin Dutt knew his team needed to be at their best to have any chance, and was unable to fault an extraordinary display from the home team.

"Though we played Barcelona, this loss really hurts," he said.

"Criticism will come and we have to live with it. We weren't at our best and if you play Barcelona, you need to have a perfect day."

"We tried to keep up, but they punished us. That can happen against an opponent like Barcelona."

"They have it all, technique, tactics and team spirit. A perfect performance."